Teknologi dalam Cashless Society

Teknologi dalam Cashless Society! – Teknologi memiliki peranan cukup besar dalam membantu masyarakat bertransaksi. Meski kepemilikan kartu kredit masih minim di kalangan masyarakat, tetapi berkat teknologi, opsi pembayaran non-tunai makin beragam dan bervariasi. Khususnya melalui mobile payment. Cashless atau non-tunai ini sebenarnya belumlah optimal di Indonesia, khususnya di bagian merchant. Kondisi ini membuat para pengembang harus menyediakan beragam mesin EDC untuk menerima kartu, belum lagi mesin untuk mencetak barcode atau QR demi pembayaran berbasis aplikasi.

teknologi cashless society
teknologi cashless society

Dikutip dari berbagai sumber, potensi pengusaha UKM saat ini sebesar 59,2 juta, tetapi baru 3,79 juta yang telah go-online. Diprediksi UKM akan terus tumbuh hingga 5% pada tahun berikutnya dan diharapkan sebanyak 8 juta UKM mulai beralih memanfaatkan layanan pembayaran digital. Realisasinya masihlah sangat jauh dengan target yang dicanangkan. Untuk itu butuh solusi tepat, cepat, dan efektif dalam mengadopsi sistem teknologi cashless society. Salah satunya edukasi tentang cashless kepada para pengusaha UKM dan training atau latihan berkala soal digitalisasi, coba simak informasi terlengkapnya mengenai teknologi di situs tutorial blog terbaik.

Teknologi cashless society ini cukup penting untuk UKM karena pada dasarnya membantu UKM mengurangi risiko fraud atau kehilangan. Berkurangnya dana tunai yang dipegang berdampak baik pada keuangan yang lebih rapi, mudah dikelola, dan mudah dilacak secara daring. Selain itu juga menghemat waktu untuk mengatur keuangan tanpa proses manual. Para UKM lebih fokus mengembangkan usahanya. Ditambah dengan para pemain mobile payment yang berlomba-lomba memberikan promo dan diskon. Bukan hanya untuk end user, tetapi juga merchant itu sendiri, sehingga mendapatkan tambahan dari sana.

Sedangkan teknologi cashless society untuk masyarakat atau konsumen ini bermanfaat dalam efisiensi dan keamanan. Beberapa konsumen merasa memasukkan kode pin, memindai sidik jari, atau metode keamanan lainnya saat melakukan pembayaran dirasa lebih nyaman ketimbang harus membawa dompet tebal berisi tunai ke mana-mana. Tidak hanya merchant offline, layanan dan fitur yang disediakan pun lebih beragam opsi pembayarannya. Seperti PPOB, dan lain-lain. Ekosistem antar pihak seperti interconnected dan interoperable sangat membantu. Masyarakat cukup menampung dana di satu wadah tetapi bisa untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan.

Itulah peranan penting teknologi dalam cashless society. Tentunya, teknologi ini juga memiliki kekurangan. Karena tidak semua masyarakat mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.